"Membaca adalah Jendela Dunia, dan Buku adalah Sarananya"

Jumat, 21 Januari 2011

Surat Terakhir

Surat adalah satu cara penyampaian pesan yang sangat terhormat

Bismilaahirrohmaanirrohiim.

Azmi termenung di sudut perpustakaan, mengamati sekitar dengan pandangan kosong, berbagai masalah hinggap di benakknya, mulai dari tugas kuliah yang numpuk, adiknya di rumah yang sakit di tambah lagi surat dari Niswah, kekasihnya yang membuatnya pusing, yaitu surat yang sudah seminggu ini di simpannya. Memang sudah hampir tiga tahun ini Azmi tidak pulang ke Indonesia. Tepatnya sejak dia kuliah di Mesir. Rasa rindu terhadap tanah air tentu tumbuh subur di hatinya, tapi bagaimanapun dia harus bisa mengatasi semua itu demi masa depannya.

Azmi kembali tertunduk, mengamati sebuah novel arab yang baru di ambilnya dari rak buku. Sebuah novel religius tentang cinta, yang akhirnya cinta itu kembali pada yang di atas. Namun apakah Azmi yakin dia bisa seperti tokoh dalam novel itu, di mana sang tokoh rela mengorbankan cintanya hanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta sang Khaliq. Hati Azmi semakin sayu, rindunya terhadap kekasihnya belum juga hilang, justru rindu itu kembali hadir dan menyergapnya saat teringat paras menawan Niswah. Surat yang di tulis oleh Niswah ketika masih hidup, yang ia sendiri ragu untuk mengirimnya ke Azmi atau tidak. Yang pada akhirnya, saat Niswah sudah tidak ada di dunia ini, surat itu ditemukan Zahra di dalam blinder Niswah, Zahra adalah teman dekat Niswah, mereka berteman sejak kecil. Zahra paham betul bagaimana kisah cinta Niswah dan Azmi karena ia sebagai tempat curhat niswah. Tiga hari setelah kematian Niswah, surat itu di kirim Zahra ke Azmi.

Dan kini surat itu berada di genggaman Azmi. Terselip di antara pembatas novel.

Perlahan Azmi mengamati sampul novel yang berwarna merah muda. Azmi terdiam, ada semburat piluyang bergelanyut, jika dia harus meninggalkan Niswah. Ada luka jika dia harus meninggalkan dia, dan Azmi takut akan melukai gadis sebaik Niswah." Ya allah tolong hamba!!" gumam Azmi.

Untuk sang penjaga surga di negeri timur.

Assalamualikum Wr. Wb.

Semoga Allah selalu melindungimu dengan rahmat dan hidayah-Nya. Mas, ,maafin Niswah ya mas. Jika mungkin dengan datangnya surat ini Niswah melukai mas. Sebenarnya Niswah tidak mau melakukan semua ini. Niswah benar-benar cinta mas, dan sampai kapanpun cinta Niswah akan selalu untuk mas. Tapi mas, Niswah berharap setelah datangnya surat ini, mas bisa melupakan Niswah. Maaf, bukanya Niswah tidak cinta, sekali lagi, Niswah akan selalu cinta mas.

Mas, sejak kepergian mas tiga tahun lalu, Niswah sakits, Niswah rindu sama mas, Niswah ngga' tahu apa yang harus Niswah lakukan. Abah dan umi juga bingung, ingin rasanya Niswah menelpon mas, tapi Niswah takut menggangu mas. Niswah bingung. Akhirnya Niswah menulis selembar surat ini. Sebenarnya Niswah ragu untuk mengirim surat ini. Tapi mas harus tetap bahagia ya mas, walaupun besok mas tidak lagi bisa bertemu Niswah, tapi mas harus ingat, hati dan cinta Niswah akan selalu bersama mas.

Dan mungkin ketika mas membaca surat ini Niswah sudah tidak ada lagi di dunia ini kalau apa yang dikatakan dokter itu benar-benar di kehendaki Allah SWT. Tadi Niswah dengar kalau dokter memfonis hidup Niswah tidak lama lagi, karena tumor otak yang Niswah derita. Maafin Niswah ya mas, karena selama ini Niswah tidak pernah cerita ke mas kalau Niswah punya peyakit kanker. Niswah takut mas mengurungkan niat mulya mas untuk belajar ke Mesir, negeri piramida itu.

Mas, udah dulu ya, mas harus tetep ingat Niswah dalam doa mas, Niswah butuh doa mas dan Niswah harus segera kembali ke cinta sejati Niswah. Sekali lagi maafin Niswah. Niswah akan menunggu mas di surga.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Dari yang selalu mencintaimu. Khairun niswah

Azmi terdiam, perlahan tetes bening mengalir di pipinya, membasahi lembaran surat cinta terakhir dari sang kekasih. Tapi senyum, tetap tersungging di bibir Azmi. Mencoba mengsuir duka." Semoga engkau tenang di surga, dan esok kita akan bertemu dalam lautan rahmat-Nya" ujar Azmi lirih.

Azmi berdiri seketika. Menerawang jauh ke luar jendela. Berharap semua luka dan duka akan kepergian kekasihnya akan segera hilang, dan seketika sebait dai terbang tinggi, bergeming dari bibir Azmi. Semoga cinta itu akan kekal abadi, dan doa akan selalu mengiringi langkah sang kekasih menuju ke kharibaan-Nya.


Ibnu Samary. 21/12/10. di Perpus Al Irfan.


Untuk cinta yang telah pergi.

  ©Al Irfan - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo