"Membaca adalah Jendela Dunia, dan Buku adalah Sarananya"

Minggu, 10 Oktober 2010

MEMBACA ITU LUAS



Setiap kegiatan pasti mempuanyai dampak, baik positif maupun negative. Dengan kata lain pasti mempunyai resiko, kalau resiko yang di dapat baik, berarti itu di namakan hasil, tapi jikalau buruk, maka itu namanya “akibat”. Begitu juga dengan membaca. Membaca merupakan suatu kegiatan pentransferan informasi dari “sesuatu yang kita baca”. Sengaja penulis tidak menulis “buku” karena subjek dari memang kegiatan membca tidak harus buku, melainkan juga bisa alam, keadaan, dan yang lainnya.
Dengan pengertian ini, berarti membaca bisa di kerjakan di mana saja. Entah itu di perpustakaan, di alam (gunung, sawah, hutan, dan lain-lain), dan setiap segala sesuatu yang kita temui. Sebagai contoh, kita bisa mengunjungi perpustakaan setiap hari, kita bisa membaca keadaan alam yang berada di sekitar kita. Intinya membaca itu memiliki pengertian yang sangat luas.
Membaca itu memang merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW, apalagi ini merupakan ayat al qur’an yang turun pertama kali.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan” (Al ‘Alaq : 1)
Mengapa kita di perintah untuk membaca? Karena, menurut penulis, manusia di lahirkan dengan keadaan tidak mengetahui apa-apa. Oleh karena itu, dia (manusia) sendiri yang harus memintarkan dirinya sendiri. Makanya kita harus rajin-rajin memberi asupan makanan kepada otak kita, yang berupa ilmu dan pengetahuan. Karena kalau perut yang lapar, makananlah yang bisa membuatnya kenyang. Begitu juga kalau yang lapar itu hati dan otak kita, berarti kita harus memberikan ilmu kepadanya (otak/hati). Ini karena perut itu jasmani, sedangkan hati dan otak itutermasuk faktor rohani.
Selain itu membaca, memiliki banyak hasil (sesuai dengan pengertian di awal tulisan ini), salah satunya ialah membaca dapat menambah kosakata kita, yang nantinya dapat kita gunakan dalam berbicara dan menulis.
Seseoarang yang walaupun ia tidak sekolah di suatu lembaga khusus (baca:lembaga pendidikan), namun karena kerajinannya membaca, hasilnya, dalam setiap ucapannya tidaklah kalah dengan mereka yang mempunyai titel sarjana. Karena manusia itu akan kelihatan sebagai seseorang yang berpendidikan -walaupun sebenarnya tidak- jika dalam setiap ucapannya ia selalu bergaya seperti mereka ( oarang yang berpendidikan).
Walhasil, membaca itu luas. Semuanya bisa kita jadikan sebagai bahan (objek) bacaan, termasuk buku.

*Sebuah cacatan kecil tentang membaca dari seorang anggota perpustakaan Al Irfan Darussalam Bloakgung yang sedang belajar menulis.
Bisa di hubungi di www.facebook.com/mnurulhd

  ©Al Irfan - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo