"Membaca adalah Jendela Dunia, dan Buku adalah Sarananya"

Sabtu, 16 Oktober 2010

Al irfan Berbenah

Inilah gambar rancangan perpustakaan al irfan masa depan

Bismillahirrahmanirrahim……
Perpusatakaan al irfan sebagai pusat informasi keilmuan di ponok pesantren darussalam kini sedang berbenah diri. Mulai dari struktur kepengurusan, sistem pengoperasional, sistem peminjaman, dan lain sebagainya. Al irfan kini di pimpin oleh bapak a. ma’shum jauhari, sebagai ganti dari bapak zainul hadi yang kini telah kembali ke tanah kelahirannya, lampung sumatera.
Bapak Johari, demikian beliau kerap di pangggil, memiliki obsesi untuk menjadikan perpustakaan benar-benar menjadi wahana keilmuan yang di senangi oleh para santri. Karena, lanjut beliau, berawal senang dulu, (mereka para santri) akan mengunjungi perpustakaan. Dengan begitu, “walaupun mereka tidak membaca buku, paling tidak mereka ikut meramaikan perpustakaan, yang lama kelamaan mereka akan membaca buku juga”, harap beliau.
Salah satu program beliau untuk menarik minat baca santri, yaitu dengan cara menerbitkan buletin yang kini ada di tangan pembaca ini. Buletin ini merupakan kerja sama antara pihak perpustakaan al irfan, siswi kelas 2 bahasa 2 SMA Darussalam, dan juga para aktifis al irfan. Sengaja kami memilihkan nama LIBRARI karena itu merupakan satu kata dalam bahasa inggris yang berarti perpustakaan. LIBRARI sendiri merupakan singkatan dari “Literatur Berfikir Santri”. Dengan nama ini, di harapakan bulletin ini benar-benar bisa menjadi sumber informasi santri, baik yang terkait dengan perkembangan perpustakaan, atau karya tulis teman-teman.
Kami atas nama kru beletin berharap, bulletin ini juga bisa menjadi tempat latihan untuk mengembangkan kekreatifitasan para santri dalam dunia tulis-menulis. Hadirnya bulletin ini bukan dengan tujuan ingin menandingi buletin-buletin yang telah ada, namun kami berharap, dengan adanya buletin ini bisa menjadi sumber informasi para santri tentang al irfan. Mulai dari perubahan/penambahan peraturan, buku-buku terbaru dan juga segala sesuatu yang terkait dengan al irfan.
Intinya, bulletin mini ini akan berisi tentang kabar perpustakan, adapun artikel, opini, sastra, humor ataupun yang lain, itu terserah nanti, melihat kiriman tulisan dari teman-teman. Harap kami, Buletin Librari ini bisa menjadi bulletin yang berbeda dengan yang lain. Sekian dan selamat membaca.
*Penulis Adalah Pembantu Umum Buletin Librari

Leia mais...

Rabu, 13 Oktober 2010

Sekilas Tentang Al Irfan


Seiring dengan perkembangan tehnologi dan informasi, maka pada tahun 1973 didirikanlah Perpustakaan Al-Irfan di podok pesantren Darussalam Blokagung, ini merupakan perwujudan dan gagasan KH. Muhtar Syafa'at Abdul Gofur pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Darussalam Blokagung.

Dengan sarana dan anggaran yang terbatas, Perpustakaan Al-Irfan telah mencoba memberikan pelayanan yang berarti bagi pengembangan keilmuan.

Perlunya Keberadaan perpustakaan di pondok pesantren, termasuk salah satu usaha meningkatkan keahlian sumberdaya manusia yang terampil sebagai penyedia informasi dan sekaligus peningkatan pengetahuan serta wawasan pengguna yang membutuhkan informasi.

Sampai saat ini perpustakaan Al-Irfan sudah mengoleksi berbagai macam buku dengan jumlah koleksi mencapai 1386 buku yang terbagi dalam 765 kategori

Adapun aturan yang terdapat pada Sistem Informasi Perpustakaan (SIP) ini adalah:

1. Pelayanan peminjaman hanya di berikan kepada anggota yang dapat menunjukkan kartu anggota milik sendiri.
2. Peminjaman buku maksimal 2 buku untuk setiap transaksi dan harus datang sendiri ke perpustakaan (tidak boleh diwakilkan).
3. Buku yang dipinjam dapat diperpanjang maksimal 2 kali perpanjangan, dengan catatan buku tidak sedang dipesan oleh anggota lain, bebas tanggungan, dan menunjukkan buku yg akan diperpanjang kepada petugas/librarian dengan datang sendiri ke perpustakaan.
4. Lama peminjaman maksimal 8 hari, bila terjadi keterlambatan pengembalian, maka diwajibkan membayar denda Rp 300/buku/hari.
5. Bagi kehilangan buku segera melaporkan diri ke librarian/petugas, karena untuk menghindari kasus denda yang semakin besar
6. Denda untuk buku yang hilang adalah denda untuk lama keterlambatan ditambah harga buku.
7. Bagi anggota perpustakaan yang diketahui memiliki kartu lebih dari satu dengan kesengajaan, maka dikenai sanksi tidak boleh miminjam buku selama 1 tahun.
8. Jadwal transaksi peminjaman dan pengembalian adalah; sabtu,minggu, dan senin adalah putra, selasa, rabu,dan kamis adalah putri.
9. peraturan ini berlaku bagi semua anggota perpustakaan Al-Irfan

Hal-hal yang belum termaktub akan diatur kemudian. Pada SIP ini semua anggota yang masih aktif juga dapat melakukan upload artikel, jurnal, tugas akhir/skripsi yang bisa menjadi referensi bagi perpustakaan untuk koleksi terbaru ataupun bagi mahasiswa lainnya sebagai referensi.

Leia mais...

Minggu, 10 Oktober 2010

MEMBACA ITU LUAS



Setiap kegiatan pasti mempuanyai dampak, baik positif maupun negative. Dengan kata lain pasti mempunyai resiko, kalau resiko yang di dapat baik, berarti itu di namakan hasil, tapi jikalau buruk, maka itu namanya “akibat”. Begitu juga dengan membaca. Membaca merupakan suatu kegiatan pentransferan informasi dari “sesuatu yang kita baca”. Sengaja penulis tidak menulis “buku” karena subjek dari memang kegiatan membca tidak harus buku, melainkan juga bisa alam, keadaan, dan yang lainnya.
Dengan pengertian ini, berarti membaca bisa di kerjakan di mana saja. Entah itu di perpustakaan, di alam (gunung, sawah, hutan, dan lain-lain), dan setiap segala sesuatu yang kita temui. Sebagai contoh, kita bisa mengunjungi perpustakaan setiap hari, kita bisa membaca keadaan alam yang berada di sekitar kita. Intinya membaca itu memiliki pengertian yang sangat luas.
Membaca itu memang merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW, apalagi ini merupakan ayat al qur’an yang turun pertama kali.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan” (Al ‘Alaq : 1)
Mengapa kita di perintah untuk membaca? Karena, menurut penulis, manusia di lahirkan dengan keadaan tidak mengetahui apa-apa. Oleh karena itu, dia (manusia) sendiri yang harus memintarkan dirinya sendiri. Makanya kita harus rajin-rajin memberi asupan makanan kepada otak kita, yang berupa ilmu dan pengetahuan. Karena kalau perut yang lapar, makananlah yang bisa membuatnya kenyang. Begitu juga kalau yang lapar itu hati dan otak kita, berarti kita harus memberikan ilmu kepadanya (otak/hati). Ini karena perut itu jasmani, sedangkan hati dan otak itutermasuk faktor rohani.
Selain itu membaca, memiliki banyak hasil (sesuai dengan pengertian di awal tulisan ini), salah satunya ialah membaca dapat menambah kosakata kita, yang nantinya dapat kita gunakan dalam berbicara dan menulis.
Seseoarang yang walaupun ia tidak sekolah di suatu lembaga khusus (baca:lembaga pendidikan), namun karena kerajinannya membaca, hasilnya, dalam setiap ucapannya tidaklah kalah dengan mereka yang mempunyai titel sarjana. Karena manusia itu akan kelihatan sebagai seseorang yang berpendidikan -walaupun sebenarnya tidak- jika dalam setiap ucapannya ia selalu bergaya seperti mereka ( oarang yang berpendidikan).
Walhasil, membaca itu luas. Semuanya bisa kita jadikan sebagai bahan (objek) bacaan, termasuk buku.

*Sebuah cacatan kecil tentang membaca dari seorang anggota perpustakaan Al Irfan Darussalam Bloakgung yang sedang belajar menulis.
Bisa di hubungi di www.facebook.com/mnurulhd

Leia mais...

  ©Al Irfan - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo